Rabu, 09 Maret 2011

Bawang Merah dan Bawang Putih



Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih.  Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang  biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit  keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.
Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi.
Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih  sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.
Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap  Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan  bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.
Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”
Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih. “Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek. “Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek. Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.
Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih. “Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek. Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.
Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.
Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu.                                    Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.
Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.


Kesalahan Berbahasa :

1.   Jaman : Zaman
2.   bawang putih : Bawang Putih
3.   sebuah : suatu
4.   ayah : Ayah
5.   ibu : Ibu
6.   Bawang putih : Bawang Putih
7.   paman : Paman
8.   Bawang merah : Bawang Merah
9.   bawang merah : Bawang Merah
10. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan   
      lainnya. : kata masih dihilangkan
11. Saking terlalu asyiknya : kata saking diganti kata Sangat
12. ibun : Ibu
13. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi : kata tadi dihilangkan

Penalaran dan Perbedaan Karangan


A. Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

1. Metode dalam menalar

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

a. Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

b. Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

2. Konsep dan simbol dalam penalaran

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen. Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

3. Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
  • Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
  • Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

B. Jenis-Jenis Karangan

1. Narasi

Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat kejadian atau peristiwa dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiganya disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berbentuk fiksi maupun fakta. Contohnya yang berisi fakta adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Ada yang mengartikan narasi sebagai karangan yang menceritakan tentang suatu kejadian atau pengalaman .
Pola narasi secara sederhana adalah awal—tengah—akhir. Awal narasi biasanya berisi pengantar, yaitu pengenalan suasana tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konflik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya denganpanjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilahkan pmbaca untuk menebaknya sendiri. Karangan narasi bersifat non ilmiah, artinya tidak formal, dan bahasanya indah untuk menarik perhatian pembaca. Karangan ini bertujuan agar pembaca mengetahui secara runtun suatu peristiwa atau kejadian.

Contoh narasi berisi fakta adalah tentang Ir. Soekarno dibawah ini :

Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang

Sedangkan contoh narasi fiksi adalah :

Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

Langkah menyusun narasi (fiksi): Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.

2. Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut. Karangan argumentasi bersifat nonfiksi, logis, bahasanya baku, tidak ambigu, kalimatnya berbentuk kalimat tunggal. Ia bertujuan untuk pembuktian suatu kebenaran sehingga meyakinkan pembaca mengenai kebenaran itu, tapi bukan berarti mengajak orang lain untuk mengikuti opininya.

Contoh: Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Langkah menyusun argumentasi:

- Menentukan topik/ tema
- Menetapkan tujuan
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi.

Pada jenis karangan argumentasi sering pula dilengkapi dengan contoh, grafk, statistik, dan lain-lain untuk memperjelas alasan dan bukti-bukti. Iklan promosi, adalah contoh nyata bersifat argumentatif, bagaimana perusahaan sabun Rinso mengemukakan alasan dan meyakinkan calon konsumen bahwa Rinso dapat mencuci lebih bersih daripada sabun pencuci lain .

3. Eksposisi

Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Ia bersifat nonfiksi, logis, bahasanya baku, tidak ambigu dan objektif. Dan tulisan ini bertujuan memberi tahu kepada pembaca utnuk mengetahui secara jelas tentang suatu proses.

Contoh: Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

Contoh paparan proses:

Cara mencangkok tanaman:

1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.

Langkah menyusun eksposisi:

- Menentukan topik/ tema
- Menetapkan tujuan
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber
- Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
- Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

Perbedaan yang jelas anatara Eksposisi dan Argumentasi adalah fakta dalam karangan paparan diperjelas dengan keterangan, sedangkan dalam jenis Argumentasi fakta dijadikan bahan pembuktian dihubungkan dengan fakta lain, sehingga yakin akan kebenaran gagasan atau pendapatnya.

4. Persuasi

Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya. Sifat karangan persuasi adalah nonfiksi, tidak ambigu, pendekatan psikologis.
  
Contoh persuasi: Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.

Langkah menyusun persuasi:

1.Menentukan topik/ tema
2.Merumuskan tujuan
3.Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4.Menyusun kerangka karangan
5.Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi

5. Diskripsi

Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Sifat karangan ini adalah non ilmiah, bahasanya indah, ambigu dan subjektif subjektif. Tulisan ini bertujuan agar pembaca, mendengar dan merasa seperti yang dialami penulis.

Contoh deskripsi berisi fakta:

Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.

Contoh deskripsi berupa fiksi:

Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.

Langkah menyusun deskripsi:

Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan Tentukan tujuan Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi 

Bagaimana Perbedaan ke empat jenis karangan di atas, secara singkat dapat dicontohkan sebagai berikut. Dengan gagasan pokok “pasar”, jika seseorang mengarang atau pengamat menceritakan suka-dukanya keluar masuk sebuah pasar selama beberapa hari, ia mengarang dalam bentuk narasi. Jika menuliskan betapa ramaidan sibuknya penjual dan pembeli di pagi hari, maka ia mengarang dalam bentuk diskripsi. Jika ia menjelaskan peranan pasar dalam kehidupan sehari-hari dengan segala fakta yang ada di daamnya, maka ia mengarang dalam bentuk eksposisi. Selanjutnya, bila ia pertemuan penjuan dan pembeli untuk keperluan hidup sehari-hari terutama di bidang pangan, sehingga mutlak harus ada di tengah-tengah masyarakat yang padat penduduknya, maka ia akan memilih jenis karangan argumentasi. Dan ketika seseorang menulis tentang pasar dan mengajak orang lain untuk selalu ke pasar, itu berarti ia menulis dalam bentuk persuasi.

Dalam suatu karangan tidak boleh menggunakan dua bentuk karangan sekaligus sebagai bentuk utama dari karangan tersebut. Akan tetapi,kalau bentuk-bentuk yang lain hanya sebagai penyokong dan penguat saja, itu tidak masalah.

Jumat, 26 November 2010

SEGMENTASI PASAR KONSUMEN




PRODUK MOBIL " HONDA JAZZ "


1.  DEMOGRAFI

     a.    Umur

Pada suatu produk mobil yang bermerek "Honda Jazz" mayoritas yang mempunyai produk tersebut adalah kalangan remaja putra maupun remaja putri yang berumur 20-25 tahun.

      b.   Jenis Kelamin

            Biasanya produk mobil tersebut diminati oleh kalangan berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

      c.   Pendapatan
  
           Pendapatan yang dimiliki konsumen remaja putra maupun remaja putri sebesar Rp. 1000.000 - 2000.000 juta. Mobil Honda Jazz ini sangat unik biasanya mencapai harga sekitar Rp.197.000.000 – 222.500.000 juta. Mayoritas yang memiliki mobil ini adalah kalangan menengah.

d.      Status Perkawinan

Pada zaman modern, kini konsumen yang memakai kendaraan tersebut mayoritas berstatus belum menikah dikarenakan konsumen tersebut masih pelajar/mahasiswa.

e.      Pendidikan

Pengguna mobil Honda Jazz ini rata-rata berpendidikan pelajar/mahasiswa dikarenakan perkembangan zaman modern masa kini yaitu : bahan bakar hemat, praktis, mobilnya kecil.

        f.   Pekerjaan 

             Produk mobil ini biasanya di gunakan untuk konsumen yang kuliah sambil bekerja.

 2.      PRILAKU KONSUMEN :
 
·        Manfaat yang dicari

Produk mobil Honda Jazz ini sangat sesuai dengan kebutuhan keluarga, mobil yang unik, dipadu dengan struktur bodi yang ringan dan seimbang, warna mobil yang menarik dapat memilih sesuai dengan keinginan konsumen, praktis, mudah parkir dimana saja. Biasanya kendaraan yang bermerek “Honda” bensinnya lebih hemat dibandingkan merek-merek lain. Sehingga dapat merasakan kestabilan yang tiada tara bersama “All New Jazz”. Komitmen Honda Jazz akan keselamatan tercermin yang hadir dengan teknologi terkini dalam perlindungan aktif dan pasif untuk ketenangan dan kenyamanan berkendara untuk keluar tidak berkendala.

·     Kesetiaan Merek
 
Konsumen yang membeli produk Honda ini dikarenakan merek yang sudah pasti terkenal, bensin yang hemat dan mesin yang sudah terpercaya kualitasnya. Sehingga konsumen setia terhadap merek Honda, walaupun harga Honda suatu saat akan naik konsumen pasti akan membeli, dikarenakan sudah dipercaya. 

·        Tingkat Penggunaan

Untuk memakai produk Honda Jazz ini dalam tingkat penggunaanya yang akan menempuh jarak jauh bensinnya sangat hemat serta fasilitasnya terjamin, sehingga tidak berkendala.

·        Alasan Membeli

Konsumen yang membeli produk Honda ini dikarenakan  mobil tersebut bensinnya hemat, mesinnya bagus, berteknologi terkini serta fasilitas yang nyaman.
         
·        Pengaruh

Konsumen membeli mobil ini dapat tertarik untuk membelinya dikarenakan melihat dari iklan dimedia TV maupun sponsor pameran mobil yang sangat unik dan bagus. Hal ini sangat menarik perhatian bagi konsumennya.

3.    KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN KONSUMEN :

·        Kebutuhan akan kesadaran
 
Konsumen membeli mobil ini dikarenakan untuk kebutuhan primer dalam transportasi berkendara jarak jauh.

·        Toleransi terhadap Kebimbangan

      1.  Dalam membeli produk ini konsumen harus berfikir dalam jangka panjang
                    kedepan agar konsumen tidak menyesal dikemudian hari.

2. Apabila konsumen tidak mempunyai uang cukup untuk membelinya tetapi konsumen berniat untuk membelinya kebimbangan terjadi dibenak konsumen dalam membeli. Jika konsumen tidak membeli produk tersebut maka konsumen akan keinggalan zaman modern.

·        Kecendrungan mengambil resiko

      1.   Berat

Mayoritas mobil “Honda Jazz” itu bagus dan mahal tetapi keadaan kondisi keuangan konsumen yang tidak cukup untuk membelinya, namun tetap saja konsumen dapat membeli dengan cara mengkredit mobil tersebut, dengan syarat harus melunasi produk mobil yang akan dibeli.

2.      Modern

Jika konsumen telah memiliki mobil lama, maka dengan melihat perkembangan teknologi mobil zaman masa kini dalam produk keluaran baru, konsumen akan tertarik untuk membelinya. Sedangkan mobil konsumen yang lama, konsumen akan berniat untuk menjualnya serta mengganti mobil tersebut untuk memiliki mobil yang bermerek baru.  

3.      Ringan

Jika dalam perjalanan mobil ini mengalami ke mogokan maka konsumen akan mengambil tindakan untuk meminta bantuan, untuk menghubungi customer service Honda yang kiranya sudah dipercaya fasilitas dalam pelayanannya.

4.    Budaya   

·        Adat Istiadat

Dalam membeli produk mobil “Honda Jazz” biasanya yang dilakukan konsumen setelah membeli mobil tersebut mayoritas konsumen mengadakan acara syukuran kecil dalam mewujudkan rasa puji syukur atas produk yang telah dibeli untuk keselamatan pengemudi serta mobilnya agar didalam perjalanan tidak ada hal-hal yang diinginkan. 

·        Kebiasaan

Jika konsumen melihat kendaraan mobil tersebut dalam keadaan kotor maka kebiasaan konsumen yaitu : akan mencuci mobil pribadinya dan mobil tersebut harus melakukan perawatan service pada km mobil yang telah ditentukan. Hal lain dalam kebiasaan konsumen seperti mengganti oli, aki, maupun modifikasi mobil. kegiatan ini dilakukan agar mobil tersebut dapat terjaga kestabilan berkendara dan keadaan fasilitasnya selalu nyaman.
·        Norma

Norma-norma yang berlaku dalam berkendara bermobil konsumen wajib mematuhi peraturan lalu lintas kendaraan.

·        Nilai

      Dalam berkendara pengemudi diwajibkan memakai sabuk pengaman, serta jaga jarak terhadap pengemudi lain agar dapat selamat berkendara hingga sampai tujuan.

 
      

Sabtu, 30 Oktober 2010

PERILAKU KONSUMEN



1.     1. HANDPONE  
   
     
Sebuah teknologi yang jauh lebih fleksibel dari pada telepon rumah, karena ia tanpa kabel dan bisa dibawa ke mana-mana (praktis). Rasanya ada yang kurang jika handphone hanya bisa dipakai untuk menelepon dan ber-SMS ria. Tentu asyik jika lewat handphone kita juga bisa mendengarkan siaran radio, memutar MP3, main game, bahkan menonton acara televisi. Tidak sekedar mempermudah komunikasi manusia. produk teknologi yang memanjakan gaya hidup dan keinginan manusia yang tak ada habis-habisnya. Kian hari, kian banyak orang yang memiliki handpone. Handphone bukan lagi barang mewah, tapi telah berubah menjadi benda yang amat dibutuhkan, sekalipun. Handphone kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup manusia. Padahal fungsi utamanya hanya untuk mempermudah urusan komunikasi. Hal ini telah menyebabkan demikian banyak manusia mengalami ketergantungan kronis. Dalam Membeli hp harus lebih selektif dan hati-hati dengan kualitas yang dimiliki oleh handpone tersebut, dapat dilihat dalam bentuk segel resmi atau tidak. ini sangat berpengaruh terhadap kondisi hp yang kiranya masih original. Dalam memilih barang serta merek tergantung bentuk model hp yang diinginkan serta memilih harga yang mudah dijangkau. Barang ini  juga biasa dijual jika sewaktu-waktu bosan dengan model hpnya.

     PERHIASAN

Perhiasan yang dikenakan seseorang biasanya identik dengan keindahan dan ini disadari betul oleh kaum perempuan yang senang mengoleksi dan menggunakan  sebagai asesoris tambahan yang membuat penampilan menjadi cantik dan menarik. Dalam membeli perhiasan harus lebih selektif dan hati-hati dapat dilihat dari kualitas perhiasan tersebut kiranya perhiasan yang dijual apakah asli atau palsu. Dalam memilih perhiasan ini tergantung bentuk model dan motif yang diinginkan serta harga yang terjangkau oleh masyarakat. Perhiasaan ini biasa dijadikan tabungan karena sewaktu-waktu apabila kita butuh uang, kita bisa menjualnya kembali. hal ini sebagai kebutuhan pribadi tabungan masa depan jika suatu saat pasti diperlukan. Perhiasan ini khusunya dipakai sesuai dengan keperluan saja dikarenakan banyak hal-hal yang tidak diinginkan seperti perampokan yang sudah terjadi dimana-mana.


      LAPTOP

Laptop (dikenal juga dengan istilah notebook) merupakan komputer portabel, kecil dan dapat dibawa ke mana-mana dengan sangat mudah (praktis), yang terintegrasi pada sebuah casing. Berat Laptop berkisar dari 1 hingga 6 kilogram tergantung dari ukurannya, sangat berguna bagi kalangan yang mempunyai mobilitas tinggi  sehingga dapat digunakan untuk bekerja setiap saat. Dalam membeli laptop juga perlu diperhatikan kualitasnya, disesuaikan dengan kebutuhan kiranya dapat berguna untuk mengetik dokumen & dapat menambah wawasan bagi semua kalangan, selain itu dapat dilihat dari segi harga yang ditargetkan untuk membelinya.


 2.    2. MAKANAN (Bakso)

Proses pengalaman yang dialami untuk mencoba makanan ini saya tertarik melihat keramaian pembeli di warung bakso tersebut. Proses perasaan keingin tahuan saya timbul, sehingga penasaran terhadap rasa bakso tersebut. Berdasarkan pendapat masyarakat rasa bakso itu lezat, terbuat dari daging sapi asli dan masakan yang khas, bakso dibuat sendiri sehingga kualitasnya terjamin dan harga yang terjangkau. Saya tertarik untuk mencobanya, dikarenakan Bakso ini nikmat untuk disantap sehingga saya merasakan langsung bagaimana rasa bakso yang lezat yang sangat digemari oleh masyarakat banyak.


     BAJU

Proses Pengalaman yang saya alami melihat artis memakai baju yang kiranya saya idamkan begitu pantas dan cocok sekali untuk dilihat. Proses perasaan saya melihat baju ditoko itu yang dipakai mirip dengan artis tersebut. Ketika saya melihatnya saya sangat tertarik dan ingin segera membelinya, karena kiranya sangat pantas dan cocok jika dipakai serta bagus dilihat dari bahan dan motifnya bahkan harganya pun mudah dijangkau. Sehingga mendorong saya untuk membeli baju yang anggun berdasarkan keinginan yang terpendam selama ini.


    TAS

Proses Pengalaman saya melihat tas yang lagi ngtrend pada masa kini terkenal dan lagi musim untuk memakainya. Proses Perasaan yang saya alami melihat teman memakai tas dengan motif yang bagus serta modelnya yang tidak pasaran, harga mudah terjangkau. Kiranya sangat pas untuk dipakai saya, sehingga saya tertarik untuk membelinya dikarenakan serasi bagi saya jika memakai barang tersebut.

       
        3. MOBIL

Mobil sebagai alat transportasi barang mewah sangat penting untuk jarak jauh. Tekanan lingkungan yang mendorong untuk membeli mobil ini dikarenakan melihat lingkungan luar,  mayoritas banyak yang bisa mengendarai mobil pribadinya tanpa harus naek angkot, lebih aman terlindung dari panas dan hujan, Sehingga saya tertarik ingin membeli mobil sesuai harapan serta harga yang terjangkau.


      MOTOR

Motor sebagai alat transportasi untuk jarak dekat maupun jauh. Motor ini sangat mudah untuk dikendarai nya. Tekanan lingkungan yang mendorong saya untuk membeli motor dikarenakan banyak pengguna yang memakai kendaraan bermotor roda dua selain praktis, kendaraan ini biasa mendahului lebih cepat dari pada mobil, sehingga saya tertarik ingin membeli motor yang diingin kan sesuai harapan serta harga yang terjangkau.

  
     RUMAH

Rumah merupakan kebutuhan pokok, sebagai tempat tinggal selama hidup. Rumah bisa menjadi tempat tinggal siapa saja,  Rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, makan, tidur, beraktivitas, dll. Sebagai bangunan, rumah berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding dan atap, biasanya memiliki jalan masuk berupa pintu, bisa berjendela ataupun tidak. Lantainya bisa berupa tanah, ubin, keramik, atau bahan lainnya. Rumah modern biasanya lengkap memiliki unsur-unsur ini, dan ruangan di dalamnya terbagi-bagi menjadi beberapa kamar yang berfungsi spesifik, seperti kamar tidur, kamar mandi, WC, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, garasi, gudang, teras, dan pekarangan.

Dalam kegiatan sehari-hari, orang biasanya berada di luar rumah untuk bekerja bersekolah, atau melakukan aktivitas lain, . Selebihnya, rumah juga digunakan sebagai tempat beraktivitas antara anggota keluarga atau teman, baik di dalam maupun di luar rumah pekerjaan.

Adanya tekanan lingkungan yang mendorong saya untuk membelinya merupakan faktor dari lingkungan sekitar. Seseorang  yang telah memiliki rumah pribadi, dihuni secara nyaman tanpa harus ngontrak atau ngekost lagi. Tidak terlalu memakan biaya, tempat tinggalnya strategis, udaranya sejuk dan bebas dari polusi udara. Maka dari itu saya tertarik untuk membeli rumah idaman sesuai arsitek yang diinginkan.





Selasa, 25 Mei 2010

KEADAAN LINGKUNGAN SEKITAR


Dilingkungan tempat tinggal saya sangat strategis tepatnya diperumahan Pondok Tanah Mas. Tumbuhan tanaman sangat hijau sehingga cukup asri.. Masyarakatnya sangat bersosialisasi, ada sedikit kemungkinan masyarakat hidup yang mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan sosial (bersama). Namun pada dasarnya masyarakat disekitarku selalu kompak dalam segala hal, tetapi semua tergantung pimpinannya. Apakah pemimpin peduli terhadap kesejahteraan / tidak ? Di perumahan pondok tanah mas ini warganya cukup makmur dan rukun sejahtera. Kebanyakan penduduk setempat bermata pencarian yang beraneka ragam sesuai dalam bidang penghasilannya seperti pegawai negeri maupun wiraswasta. Keamanan dilingkungan sekitar daerah ini tidak perlu diragukan lagi dikarenakan aman terjaga dengan hansip yang berpengalaman.

Adapun salah satu yang menjadi masalah dilingkungan ini adalah sampah yang menumpuk berhari-hari di tong sampah karena para petugas yang malas membiarkan sehingga sampah yang menumpuk tidak tertampung lagi. Hal ini akan berakibat menimbulkan bau busuk yang tak sedap akan mempengaruhi pencemaran udara.

Dalam masalah lingkungan ini tidak hanya terjadi dilingkungan rumah sekitar saja tetapi terjadi diseluruh kompleks perumahan, sehingga banyak warga yang komplen  dan merasa terganggu adanya sampah yang menumpuk dan mengganggu kesehatan.

Solusi untuk mengatasinya seharusnya yang dilakukan para petugas kebersihan sampah harus aktif dalam mengambil sampah tiap harinya agar sampah yang diambil itu tidak terlalu banyak dan ringan untuk dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).  Apabila ada petugas kebersihan sampah yang tidak mampu bekerja lagi harap melaporkan diri kepada ketua RT dan RW sekitar dan seharusnya ketua RT dan RW siap untuk mencari pengganti untuk petugas kebersihan sampah, demi kelancaran dan ketertiban masyarakat dilingkungan sekitar. walaupun akhir-akhir ini gaji / upah sering dipermasalahkan karena dengan biaya ekonomi yang tinggi, pendapatan pun harus tinggi tetapi berhubung gaji / upahnya kecil para petugas kebersihan sampah pun merasa malas untuk bekerja. Dengan ini masyarakat sekitar seharusnya punya inisiatif agar para petugas kebersihan sampah itu bisa bekerja dengan rajin. Misalnya : dengan meningkatkan gaji / upah kepada petugas kebersihan sampah, karena gaji / upah tersebut berasal dari dana masyarakat lingkungan sekitar yang setiap bulannya diadakan iuran kolektif bersama. Para warga masyarakat dapat musyawarah untuk mempersoalkan gaji / upah petugas kebersihan sampah untuk dinaikan atas persetujuan bersama. Apabila masyarakat patuh pada peraturan keamanan lingkungan sekitar, akan terjaga dengan baik. Warga masyarakat sekitar harus saling mendukung akan adanya kebersihan dan kesehatan dalam lingkungan sekitar agar terciptanya lingkungan yang bersih, damai, rukun dan sejahtera. Sehingga warga masyarakat sekitar lebih merasa nyaman dan harmonis.
      
Mari Cintailah Lingkungan Sekitar :-)
   

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Baik, manis, selebihnya nilai ajh sendiri